Workshop dan Praktikum Pendidikan Kader Mufasir Al-Qur’an Angkatan 2 Tahun 2018

Dalam Rangka Pengembangan Skil dan Kompetensi Mahasiswa tingkat akhir Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Pengelola Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syari’ah dan Hukum UNSIQ Bersama Pusat Studi Qur’an (PSQ) UNSIQ mengadakan Workshop dan Praktikum Program Pendidikan Kader Mufasir (PKM) Angkatan II yang diselenggarakan selama 10 hari efektif dari tanggal 28 Juli 2018 s/d 8 Agustus 2018. Kegiatan Pendidikan Kader Mufasir angkatan 2 ini bekerjasama dengan Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) se Indonesia, dimana Dr.Phil.Sahiron, M.A sebagai Ketua Asosiasi juga menjadi Nara sumber ahli ada kegiatan PKM tersebut. Kegiatan PKM dari hari pertama sampai terakhir diwarnai antusias peserta dalam menimba ilmu menjadi seorang mufasir dan mempraktekkannya. Kegiatan PKM dimulai dari jam 08.00-15.30WIB setiap harinya. Intensitas praktikum lebih digenjot dari seri PKM ini sehingga produk tafsir yang dihasilkan bermutu dan berkualitas. Untuk objek PKM pada angkatan ini menafsirkan Al-Qur’an Juz 28; dan di akhir program ini berhasil dihasilkan 1 buku Tafsir Al-Qur’an seri PKM Juz 28. Semua Nara sumber yang dihadirkan dalam rangka membangun wawasan peserta menjadi mufasir adalah para Doktor dan Kyai yang terlibat aktif dalam penulisan Kitab Tafsir karya UNSIQ diantaranya Tafsir Al Muntaha, Tafsir UNSIQ, Tafsir Al Muhtar. Para Mufasir yang menjadi pembicara diantaranya Bapak H.Asmaji, Ph.D;  Dr.KH.Muchotob Hamzah, MM; Dr. H. Asyhar Kholil, Lc, M.A; Dr.KH.Ahsin Wijaya, Alh, M.Ag; Dr.H.Mahfudz Junaedi, M.H; Dr.Phil.Sahiron, M.A; dan Juga para Dosen Kandidat Doktor: Dr.Cand.Ali Mu’tafi, M.S.I; Dr.Cand.M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I; Arif Al Wasim, M.S.I, Maurisa Zinira, M.A; Ahmadiy, M.Hum; Hilmy Pratomo, Lc, M.Ag

Kegiatan PKM ini diakhiri dengan pemberian syahadah tanda lulus Pendidikan mufasir yang diserahkan langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Bapak M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I. Lebih lanjut menurut beliau, acara PKM ini akan menjadi kurikulum wajib kekhasan di prodi IQT UNSIQ dalam rangka mencetak calon Mufasir yang berakidah ahlus sunnah wal jama’ah an Nahdliyah. Apapun profesi para alumni IQT nanti di Masyarakat, tetap akan menghasilkan produk tafsir Al-Qur’an. Para lulusan PKM IQT UNSIQ sudah berba’ait dan menyambungkan sanad Mufasir untuk nantinya selalu berkomitmen dalam rangka menghasilkan produk tafsir Al-Qur’an sebagai solusi Umat Islam dalam menghadapi problematika Agama yang semakin kompleks. Pada akhir sesi kegiatan PKM dilakukan penandatanganan MOU antara IQT UNSIQ dengan AIAT se Indonesia yang harapannya asosiasi mempunyai tanggung jawab untuk melahirkan para mufasir pemula di prodi prodi IQT di seluruh Nusantara. Acara PKM ini didesain dengan format penymbungan sanad dan suluk quraniyah yaitu dengan khotmil Qur’an 30 Juz di awal kegiatan dan penutupan. Mahasiswa juga mengkhatamkan 3 juz Al-Qur’an per harinya. Sehingga kegiatan PKM selama 10 hari yang diikuti oleh 39 Mahasiswa sehingga telah dilaksanakan suluk Quraniyah dengan 2 kali khotmil Qur’an 30 Juz plus 39 Khotmil Quran 30 Juz sehingga total 41 kali khotmil Qur’an 30 Juz. Subhanallah. Kedepannya semoga kegiatan PKM ini semakin memberikan jalan untuk melahirkan para kader-kader Mufasir Al-Qur’an dari Universitas Sains Al-Qur’an dan bisa mewarnai Islam Nusantara.

Berikut SK daftar peserta lulus Pendidikan Kader Mufasir angkatan 2 Tahun 2018. download disini

Masih ragu masuk ke IQT UNSIQ? Kuliah sambal Ngaji, plus tahfidz 30 Juz, mahir qira’at, plus Mufasir…ya di IQT UNSIQ aja. http://pmb.unsiq.ac.id

Random Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*