Diskusi Ilmiah Ke-Alqur’anan Prodi IQT UNSIQ, PBA dan LTPQ UNSIQ

Pada kegiatan diskusi ilmiah rutin ke Alquranan yang di motori oleh Lembaga tahfidz dan Pengkajian Alqur’an (LTPQ) UNSIQ pada putaran kedua hari Rabu, 29 November 2017 jam 12.30-14.30wib cukup unik dan menarik karena menyedot perhatian civitas akademika UNSIQ. Kegiatan diskusi rutin di masjid Al Furqon UNSIQ ini dimotori oleh LTPQ UNSIQ yang merupakan bagian pengembangan kerjasama dalam bidang kegiatan ke-Alquranan antara prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Syari’ah dan Hukum UNSIQ dengan prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UNSIQ. Pada putaran kedua ini menghadirkan narasumber dosen sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Alqur’an dan Tafsir Dr.Cand. M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I. Narasumber yang merupakan kandidat doktor studi Alqur’an di UIN Walisongo menyampaikan materi hasil risetnya tentang “Kontekstualisasi Asmaul Husna dan Ahruf al-Muqatta’ah dalam Al-Qur’an (Kajian Integrasi Al-Qur’an dan Sains)”.

photo_2017-11-30_08-45-24 photo_2017-11-30_08-45-58 photo_2017-11-30_08-46-05 photo_2017-11-30_08-46-10 photo_2017-11-30_08-46-15 photo_2017-11-30_08-46-20

Menurut Mustofa Kamal, yang merupakan ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir FSH UNSIQ, dalam abstrak papernya: “Rangkaian ayat-ayat al-Qur’an dengan keunikan beberapa surat yang dibuka dengan al-ahruf al-muqatta’ah dan hampir di setiap ayat menggunakan simpul penjelas dan penegas asmaul husna adalah sebuah fenomena menarik yang semakin membuktikan eksistensi kemukjizatan Al-Quran. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengekstrak nama-nama Asmaul husna dan ahruf al-muqattaah dalam al-Quran melalui integrasi al-Quran dan sains, yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis isi terhadap ayat-ayat al-Quran yang mengandung asmaul husna dan ahruf al-muqattaah. Hasil temuan ini menegaskan bahwasanya Penggunaan zikir doa asmaul husna dan ahruf al-muqattaah dengan elaborasi ayat-ayat al-Qur‟an yang senada dengan ukuran dan takaran yang sesuai (pas) sebagaimana penghitungan konstanta Aba Jadun akan menghasilkan resonansi sinyal yang akurat sehingga bisa terhubung antara server micro (manusia) dengan server macro (lauhul mahfudz). Diskusi ilmiah pada putaran ini menyedot perhatian banyak mahasiswa, menurut bapak Soffan, Alh, M.Ag setidaknya lebih dari 350 mahasiswa hadir pada putaran diskusi kali ini berdasarkan data presensi kehadiran dan data konsumsi. Mahasiswa prodi IQT semua angkatan tampak hadir memenuhi acara diskusi, disamping juga mahasiswa PBA dan beberapa prodi lain. Dalam catatan akhirnya, nara sumber mengajak para peserta diskusi ilmiah untuk melanjutkan hasil risetnya pada ide-ide seperti skripsi. Menurut ketua LTPQ UNSIQ Bapak Fatkhurrohman, M.Pd, halaqah ilmiah seperti ini rutin diagendakan oleh LTPQ setiap bulan. Adapun narasumber akan dihadirkan bergiliran dari LTPQ, IQT, PBA.

Random Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*